photoshopvicarz’s Blog


PORNO AKSI
Maret 21, 2009, 4:02 pm
Filed under: Ralita

mEsraH bAngEtPalu pengesahan RUU Pornografi telah di sahkan. Kaget juga mendengar berita mengenai pengesahan ini, melihat masih banyaknya terjadi pro dan kontra mengenai RUU ini. Pengesahan RUU Pornografi terlihat tergesa-gesa dan dipaksakan. hal ini dikarenakan karena masih sangat banyaknya masalah. Pemahaman akan makna pornografi juga masih mengambang di masyarakat. Selain itu sangant jelas banyak pasal di dalamnya yang mengandung makna ganda yang takutnya akan di gunakan oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan UU ini untuk melakukan tindakan penghakiman.

RUU ini katanya untuk melindungi kaum perempuan, namun secara substansial yang terjadi malah sebaliknya,  dehumanisasi perempuan. Perempuan dianggap yang paling bersalah jika terjadi penyimpangan seksual. UU ini menempatkan pemerintah antara ada dan tidak ada karena memberikan peran kepada masyarakat sebagai polisi moral tanpa ada batasan, hak, dan kewenangan yang jelas. Masyarakat bisa bertindak seenaknya karena UU ini.

Menurut Menteri Agama Maftuh Basyuni, RUU ini nondiskriminasi tanpa menimbulkan perbedaan ras, suku, dan agama. Substansi RUU juga dirasa tepat dan definisi dirasa sangat jelas. RUU ini untuk melindungi masyarakat dan sebagai tindak lanjut UU perlindungan anak dan penyiaran. Tapi coba kita kaji kembali isi UU pornografi ini. Di dalamnya terdapat banyak hal yang hanya akan mengadu domba rakyat indonesia, memprofokasi, dan memecah belah bahkan memberikan kelonggaran untuk melakukan aksi penghakiman dengan dalih UU ini.

Ini adalah RUU diskriminatif yang lahir setelah munculnya UU Anti-Diskriminasi Ras dan Etnis. apakah demokrasi memang menjadi milik mayoritas tanpa memperhatikan aspirasi minoritas, apakah demokrasi berarti mengabaikan segenap perbedaan budaya, kultur, dan agama. Apakah demokrasi sudah tidak ada lagi. orang Indonesia begitu negatif dan obsesif terhadap kegiatan seksual. Sedemikian obsesifnya sehingga si perumus berpikir manusia Indonesia harus dibuat menjadi bermoral dengan banyak pasal yang sangat mengerikan. UU ini seolah-olah tidak memberi peluang kepada fungsi agama, keluarga, dan institusi pendidikan untuk mengurus moral masyarakat. Bahkan UU ini dianggap mengesahkan langkah negara memasuki dan mengatur wilayah pribadi warga negaranya. Muncul lagi satu permasalahan, yaitu pelanggaran HAM.

Tapi apa mau dikata, UU Pornografi telah disahkan. Kita berharap saja semoga pemerintah segera melakukan sosialisasi undang-undang tersebut secara intensif ke semua kalangan, terutama di daerah-daerah yang menentangnya. Hanya dengan cara ini, potensi disintegrasi dan konflik horizontal dapat ditiadakan atau minimal dikurangi. Tapi apakah itu mungkin bisa di laksanakan, yaah… kita lihat saja.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: